Suara Generasi Muda
Rakor Pembentukan, Satgas Covid-19 Dairi Bekerja Berbasis Resiko

Rakor Pembentukan, Satgas Covid-19 Dairi Bekerja Berbasis Resiko

Sidikalang (SGM)

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi diharapkan bekerja berbasis resiko. Satgas Covid-19 harus mengidentifikasi di mana titik resiko tertinggi, maka sumber daya harus dipusatkan dalam penanganan resiko itu. Tempat-tempat potensi penyebaran (kluster) seperti pasar, rumah ibadah, termasuk pergerakan warga karena dampak pesta demokrasi di dua kabupaten tetangga.

Hal ini disampaikan Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan Satgas Covid-19 Kamis (24/09/2020) di ruang rapat Bupati Dairi. Disampaikan Bupati, rakor sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 82 tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/5184/SJ tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah serta pembahasan perubahan Keputusan Bupati Dairi nomor 400/443.05/IX/2020 tentang pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi.

Rakor yang dihadiri Dandim 0206/Dairi, Letkol Arm Adietya Y Nurtono SH, Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH, Sekda Dairi, Drs Leonardus Sihotang, Wakil Ketua DPRD Dairi, Wanseptember Situmorang, mewakili PN Sidikalang, mewakili Kajari Dairi dan pimpinan OPD Kabupaten Dairi, penganganannya diharapkan melibatkan semua elemen dalam struktur di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

Disampaikan, keberadaan RSUD Sidikalang yang bukan rujukan Covid-19 merupakan identifikasi yang harus disusun langkah operasionalnya dalam pelaksanaan adaptasi baru dan operasi yustisi dalam penegakan protokol kesehatan, hingga penumbuhan ekonomi khususnya di sektor pariwisata.

“Pemerintah Pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah menetapkan target yang harus kita kejar bersama-sama untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19. Kabupaten Dairi, target kita lebih untuk peningkatan perilaku kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Semua pihak harus bekerjasama dan berperan aktif untuk penanganan ini. Kami juga berharap dan meminta TNI-Polri untuk tetap ikut serta membantu dalam menangani penyebaran Covid-19 ini,” pintanya.

Dandim 0206/Dairi, Letkol Arm Adietya Y Nurtono SH menyampaikan siap mendukung dan akan bekerjasama untuk membantu Pemerintah Dairi dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami juga diperintahkan atasan dan pasti berperan untuk mencegah penyebaran ini. TNI akan bersinergritas dan selalu berperan aktif dalam mencegah penyebaran ini,” ujar Adietya.

Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH juga menyampaikan seluruh jajaran Polres Dairi siap mendukung dan bekerja dalam memutus penyebaran Covid-19. Ginting mengakui, sepakat dengan arahan Bupati agar berbagai langkah-langkah disusun berdasarkan skala prioritas, sehingga tidak ada yang tumpang tindih dan operasional berjalan dengan efektif.

Dalam rakor disimpulkan, pengawasan protokol kesehatan di ruang publik lebih dioptimalkan. Hotel atau penginapan dan bus angkutan luar daerah, sebelum pergantian tamu atau penumpang agar dipastikan sterilisasinya dengan pembersihan cairan disinfektan. Pemkab Dairi juga diharapkan menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang pelaksanaan penegakan disiplin protokol kesehatan. (DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *