Suara Generasi Muda
Tuntut Janji Bupati Dairi, Mahasiswa Bakar Keranda

Tuntut Janji Bupati Dairi, Mahasiswa Bakar Keranda

Sidikalang (SGM)

Puluhan mahasiswa dari beberapa universitas menuntut Bupati Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing, merealisasikan seluruh janji-janjinya saat berkampanye, Senin (12/10/2020) di halaman kantor Bupati Dairi, Jl Sisingamangaraja, Sidikalang, Dairi.

Dalam aksinya, orator aksi Rinaldy Banurea menyampaikan bahwa masyarakat Dairi sudah lama menunggu perubahan yang dijanjikan. Mereka menuntut agar pemerintahan Eddy-Jimmy memenuhi janji kampanye untuk peningkatan di berbagai sektor tidak hanya ajang pencitraan.

Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan kekesalan mereka menunggu realisasi janji, hingga mereka membakar keranda yang sebelumnya telah mereka gotong mulai dari titik kumpul Gedung Nasional, Gedung DPRD dan kantor Bupati Dairi. Mereka membakar keranda mayat sebagai perlambang matinya nurani Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Pemerintah tidak peduli dengan kami. Mereka hanya menikmati fasilitas, hasil pajak kami. Di mana nurani mereka. Janji tinggal janji. Sampai hari ini, tidak satu pun janji yang ditepati. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan janji lainnya di mana?” teriaknya.

Bupati dan Wakil Bupati Dairi tidak hadir menerima aspirasi, mereka diterima Sekretaris Daerah, Leonardus Sihotang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jonny Hutasoit. Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting bersama jajarannya siaga dan mengatur lalu lintas.

Menanggapi aksi itu, Leonardus Sihotang berjanji akan menyampaikan aspirasi dimaksud ke Bupati Dairi.

“Bapak Bupati dan Wakil tidak ada di sini. Semua yang disampaikan tadi, diperintahkan memang kepada saya untuk mencatat aspirasi dan menjadi pr ke depan,” kata Leonardus.

Leonardus menambahkan, janji politik Bupati memang harus dipenuhi. Hal tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). Operasionalnya setiap tahun dimuat dalam APBD.

“Kritik, pengawasan sosial, kami sambut baik. Hal ini mengingatkan kami birokrasi untuk betul-betul bisa mewujudkan itu. Apakah sempurna, tentu tidak. Karena itulah perlunya kritik sosial dari berbagai pihak,” imbuhya.

Massa berulang kali meneriakkan dan memanggil nama Eddy dan Jimmy untuk hadir menerima mereka. Namun hingga demonstran membubarkan diri, Bupati dan Wakil Bupati Dairi tidak hadir menerima mereka.

Satuan lalu lintas Polres Dairi, memberikan ruang dan tempat kepada para demonstran dengan menutup jalan dan mengalihkan kendaraan menuju halaman kantor DPRD dan kantor Bupati Dairi. (DM)

2 Comments

  • Samsul , 12 Oktober 2020 @ 07:28

    Foto yg di paparkan di atas
    tidak sesuai dengan konsep dibawa pak
    karna Mahasiswa yg aksi tadi buka dari bagian Aliansi Mahasiswa Dairi yg Aksi yang kemarin

    • admin , 12 Oktober 2020 @ 17:03

      iya, terimakasih atas koreksinya
      salam sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *