Suara Generasi Muda
Orang Tua Tolak Tracing dan Tuding Adanya 2 Surat Tapi Hasilnya Berbeda

Orang Tua Tolak Tracing dan Tuding Adanya 2 Surat Tapi Hasilnya Berbeda

Sidikalang (SGM)

Diduga kuat, orang tua salah satu pasien nona D (20) terkonfirmasi positif Covid-19 hasil swab, menolak untuk dilakukan tracing oleh petugas kesehatan di bilangan kota Sidikalang, Senin (12/10/2020), sehingga tim Gugus Tugas kembali tanpa hasil.

Alasan penolakan, karena nona D tinggal dan menetap di luar kota. Namun, dalam beberapa waktu yang sudah berlalu, nona D yang akan berangkat menuju kota Bandung, melakukan rapid tes, rapid swab hingga swab, hasilnya positif, mendatangi rumah orang tuanya dan menginap.

Selanjutnya, ayah kandung nona D mendatangi Puskesmas Huta Rakyat, Kecamatan Sidikalang, Jumat (23/10) di ruang kerja Kapuskesmas. Dalam pertemuan tersebut, Rajagukguk menyampaikan permintaan penanganan terhadap anaknya yang sudah dinyatakan positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

“Bagaimana dengan penanganan anak saya. Kami juga keberatan dengan surat pada tanggal, orang dan dinas yang sama, tapi hasilnya berbeda. Satu surat menyatakan negative, satu lagi menyatakan positif. Mana yang benar? Kami sudah melakukan upaya tentang itu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapuskesmas Huta Rakyat, Jenny Siregar SKm didampingi Camat Sidikalang Robot Simanullang MAP kepada wartawan Jumat (23/10/2020) menerangkan kronologis kedatangan tim ke rumah keluarga nona D, sehubungan dengan surat Dinas Kesehatan Provinsi Sumut nomor 443.33/17701.26/Dinkes/X/2020 tertanggal 2 Oktober 2020, tentang hasil pemeriksaan sampel Covid-19.

Kapuskesmas Huta Rakyat menyampaikan kepada orang tua nona D, hasil swab yang mereka terima bukanlah hasil pemeriksaan dari Puskesmas Huta Rakyat, akan tetapi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Menurutnya, tuntutan orang tua nona D salah alamat.

“Kami merasa dirugikan dengan pernyataan-pernyataan yang salah dan tanpa konfirmasi. Dengan niat baik, kami mendatangi rumahnya, untuk memastikan kondisi kontak pasien positif swab itu. Tapi, kami menerima perlawanan dan penolakan, sehingga kami tinggalkan,” ujar Jenny.

Ditambahkan Jenny, secara bersama-sama, Camat Sidikalang, Lurah Sidikalang, Kepala Lingkungan (Kepling) setempat dengan tim medis Puskesmas Huta Rakyat mendatangi rumah keluarga nona D, dengan pakaian normal, bukan dengan mengunakan APD lengkap.

“Kami juga sangat menjaga dan menghargai privasi keluarga pasien, tapi sepertinya mereka memberikan pernyataan-pernyataan terbalik. Selanjutnya, kami akan berembuk dengan Gustu Kabupaten, sehubungan dengan tindakan jalur hukum yang akan kami lakukan,” imbuhnya. (DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *