Suara Generasi Muda
Pengurus Pusat GKPPD Tolak Pelaksanaan Sinode di Bulan Natal dan Tidak Dipolitisasi

Pengurus Pusat GKPPD Tolak Pelaksanaan Sinode di Bulan Natal dan Tidak Dipolitisasi

Sidikalang (SGM)

Pengurus Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) dan Panitia Pelaksana Sinode Sinunu X, menolak keras pelaksanaan Sinode pada bulan Desember mendatang, karena Desember merupakan bulan khusus. Selain itu, seluruh panitia juga membantah adanya hubungan Sinode dengan Pemilukada yang sedang berjalan di Pakpak Bharat.

Hal ini disampaikan Bishop GKPPD Pdt Elson Lingga MTh didampingi Sekretaris Jenderal Pdt Mangara Sinamo MTh beserta para Pendeta yang menjadi panitia pelaksanaan Sinode Sinunu X kepada Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr Kaiman Turnip MSi bersama Sekretaris Daerah Pakpak Bharat dan rombongan, Jumat (23/10/2020) di aula kantor pusat GKPPD, Jl Air Bersih, Sidikalang.

Panitia berharap, Satgas Covid-19 Pakpak Bharat, tidak hanya menegakkan keras pada gereja tapi tidak pada kegiatan sosial lainnya. Diakui mereka, Gereja atau panitia sudah mengalah dengan pelaksanaan Sinode secara virtual serta jumlah peserta hanya 50 orang dengan 7 lokasi, karena sudah tertunda dua kali pada bulan Juni dan Oktober.

“Virtual dilaksanakan nantinya di Pakpak Bharat 3 lokasi, di GKPPD Salak, Siempat Rube dan Kerjaaan. Sedangkan di luar, Jakarta, Dairi, Medan dan Aceh. Namun, Pemkab Pakpak Bharat seolah susah memberikan izin dengan alasan protokol kesehatan. Peserta Sinode tidak ada dari luar, apa yang harus ditakutkan? Sementara, pesta-pesta dan pasar tradisional di wilayah Pakpak Bharat, lebih seratusan masyarakat berkerumun,” keluh panitia.

Disampaikan Pj Bupati Pakpak Bharat, kekhawatiran kini melanda wilayahnya, seiring dengan adanya 14 orang yang terkonfirmasi positif. 8 orang di antaranya masih dalam tahap isolasi dan 6 orang sudah sembuh.

“Perlakukannya sama dengan Pemilukada. Saat pelaksanaan Pemilukada nanti, seluruh masyarakat akan mematuhi protokol kesehatan. Pemilukada merupakan sudah turunan dan aturan dari pusat,” ujarnya menjawab wartawan.

Sementara, surat Sekretaris Daerah Pakpak Bharat dengan nomor 273/BPBD/X/2020, tertanggal 19 Oktober 2020 yang diterima Ketua Umum Sinode Sinunu X GKPPD, telah memberikan kelonggaran dengan penerapan protokol kesehatan serta jumlah peserta.

Dalam surat yang ditunjukkan Panitia Sinunu itu, meminta panitia untuk melakukan penyesuaian rencana pelaksanaan kegiatan Sinode mengedepankan upaya penanganan penyebaran Covid-19 dan tidak melakukan pengumpulan massa, jemaat dengan pembatasan peserta maksimal 50 orang, serta mempersingkat waktu.

“Kalau pelaksanaannya 20-22 November, masih jauh tenggang waktunya dengan Pemilukada di 9 Desember. Kalau Sinode dilaksanakan nanti Desember, jelas itu sudah mengganggu pelaksanaan perayaan natal,” ujar Bishop GKPPD.

Penghujung pertemuan Pj Bupati Pakpak Bharat dan Pengurus Pusat GKPPD, diakhiri dengan penyematan Oles (Ulos khas Pakpak) oleh Bishop kepada Pj Bupati Pakpak Bharat. Pertemuan tersebut juga belum menyimpulkan penundaan Sinode ketiga kalinya hingga waktu yang belum dapat ditentukan. (DM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *