Suara Generasi Muda
Dinkes Dairi Laksanakan Promosi Kesehatan dan Konsolidasi

Dinkes Dairi Laksanakan Promosi Kesehatan dan Konsolidasi

Dinkes Dairi Laksanakan Promosi Kesehatan dan Konsolidasi

Sidikalang (SGM)

Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, segera melakukan promosi kesehatan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan atau sosialisasi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr Ruspal Simarmata kepada wartawan Kamis (21/1/2021) di ruang kerjanya.

“Hal ini lebih mengarah ke orientasi dan konsolidasi serta peningkatan kebersihan dan kerapian Poskesdes atau pelayanan kesehatan. Pada pelaksanaannya, nanti akan disampaikan pencegahan dan penanganan gizi seperti imunisasi,” ujarnya.

Disinggung mengenai layanan kesehatan Pos Kesehatan Desa Lae Haporas, Kecamatan Siempat Nempu Hilir (Sinehi) Kabupaten Dairi yang terlantar dan tidak pernah ditempati, Simarmata mengakuinya dan merupakan tantangan berat dalam pembangunan kesehatan.

Diakuinya, petugas pelayanan kesehatan yang tidak menempati Poskesdes dan pos layanan kesehatan lainnya, disebabkan berbagai hal. Selain lokasi bangunan layanan kesehatan yang sepi dan jauh dari hunian penduduk, para petugas kesehatan belum sepenuhnya memahami fungsi dan tugasnya saat ditempatkan.

“Hal ini sedang kami evaluasi. Dalam waktu dekat, solusinya akan kami terapkan untuk seluruh layanan kesehatan termasuk evaluasi terhadap pelayan kesehatan yang menempatinya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Dairi telah memilik Puskesmas sebanyak 18, Puskesmas Pembantu (Pustu) sebanyak 122 dan Poskesdes sebanyak 102 unit.

Sebelumnya, warga Desa Lae Haporas, Kecamatan Siempat Nempu Hilir (Sinehi) Kabupaten Dairi MT (60) kepada Harian SGM Senin (23/11/2020) mengakui, layanan kesehatan tersebut pernah ditempati oleh petugasnya. Namun, akhir Desember 2019 hingga November 2020, layanan kesehatan yang seharusnya melayani kesehatan warga Lae Haporas tersebut tertutup setiap hari.

“Kami takut mengatakan sesuatu, nanti kena marah sama bidan itu. Poskesdes ini kosong, setelah petugasnya pindah rumah dan menetap di Pardomuan. Sejak itu, tidak pernah lagi ada yang datang melayani kesehatan,” ujarnya MT.

Pasaribu juga mengeluhkan tidak adanya pelayanan kesehatan di Poskesdes milik desanya. Diakuinya, bangunan poskesdes terlihat kosong dan tidak terurus.

“Kami bangga telah memiliki Poskesdes, namun akhir-akhir ini tidak ada petugas yang melayani kesehatan. Kami harus menempuh perjalanan jauh dengan kondisi badan jalan yang tidak memadai,” keluh Pasaribu. (DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *