Suara Generasi Muda

Petani Jeruk Tanah Karo Keluhkan Penurunan Harga

Tanah Karo (SGM)

Para petani jeruk di daerah Tanah Karo, keluhkan harga buah jeruk yang turun hingga Rp 3000/kg sekitar 60 % dari Rp 8000 menjadi Rp. 5000/kg. Harga ini dianggap tidak sesuai dengan biaya transport yang cukup tinggi akibat kondisi jalan rusak berat. Keluhan ini disampaikan petani Liang Melas Datas meliputi Desa Kuta Mbelin Kecamatan Lau Baleng, Desa Kuta Pengkih Kecamatan Mardingding, Desa Polatebu Kecamatan Kuta Buluh dan Desa Kutambaru, Kecamatan Tigabinanga.

Junaidi Sinulaki kepada wartawan Selasa (4/8) melalui pesan WhatsApp menyampaikan, harga jeruk saat ini hanya Rp 5000/kg, sementara pada akhir Juli 2020 kemarin, harga jeruk kirim berada dikisaran Rp 8000/kg.

“Petani jeruk mengeluh atas turunnya harga jeruk saat ini. Rata-rata pemilik kebun jeruk rugi besar, apalagi biaya pemeliharaan jeruk saat ini cukup besar,” ujarnya.

Disinggung kerusakan jalan ke daerah itu, Junaidi mengakui sangat mempengaruhi harga jual jeruk mereka. Disampaikannya, dengan kondisi jalan rusak berat, apalagi saat hujan turun, jalan licin dan sulit dilalui kenderaan bermotor, para eksportir jeruk pasti enggan datang ke wilayah Liang Melas Datas.

Disampaikannya, titik rawan kerusakan jalan terparah mulai dari Desa Kuta Mbaru sampai ke perladangan Pancur Panggoh. Belum termasuk Kuta Mbelin-Kuta Pengkih sampai dengan Kuta Kendit yang sulit dilalui kenderaan bermotor.

“Warga Liang Melas Datas yang merupakan bekas daerah kekuasaan Raja Urung Samperaya, berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Karo untuk segera memperbaiki kondisi jalan lintas Liang Melas Datas,” harapnya. (Kiem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *